Kamis, 04 November 2010

Widgets

on

Mungkinkah Menghindari Purgatorium? (Bag. 1)

Pada tulisan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai purgatorium. Setelah memahami mengenai purgatorium kemudian seringkali kita bertanya apakah ini berarti setiap orang Kristen akan menuju ke sana setelah kematian? Mungkinkah kita menghindari purgatorium?

Pendahuluan
Tuhan kita datang ke dunia dengan penegasan yang jelas yaitu memberikan penebusan yang sempurna. Dia mewariskan kepada kita Hukum Kasih dan keyakinan untuk menyentuh hati manusia. Kita diciptakan untuk hidup kudus dan bahagia. Segala perintah, nasehat dan janji-Nya adalah mengenai kasih, sukacita dan damai sejahtera.

Pemikiran bahwa kita harus melalui api penyucian seolah berbeda dengan rencana belas kasih dan pengampunan Allah Bapa.

Benar bahwa kita adalah manusia lemah yang karena kelemahan itulah berkali-kali jatuh ke dalam dosa. Sedangkan hukum Tuhan adalah tetap dan kekal untuk selamanya. Meski demikian Allah adalah Maha Pengasih dan mengasihi semua ciptaan-Nya.

Hal ini (Api Penyucian) mestinya tak sedikitpun mengurangi keyakinan kita akan rahmat dan karunia-Nya untuk menyelamatkan dari dosa kita yang sedemikian besar dan banyak. Namun tampaknya sebagian besar dari kita kurang dapat memahaminya.

Tentunya bagi mereka yang tidak mau mengakui kesalahan dan menolak menerima cara pengampunan yang ditawarkan oleh Tuhan telah membawa diri mereka sendiri ke dalam Api Penyucian.

Tulisan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bagaimana kita bisa menghindari Purgatorium dengan memilih sarana yang telah disediakan oleh Allah berkat kemurahan-Nya.

Mungkinkah Kita Menghindari Api Penyucian?
Jawabannya tegas: “ya”

Ketika mulai memahami Purgatorium kemudian banyak orang Kristen berpikir bahwa setelah kematian sudah pasti ke tempat itulah mereka akan berada. Mereka berpikir tidak mungkin untuk menghindar dari Api Penyucian.

Karenanya banyak pula yang tidak mengusahakan secara sungguh-sungguh untuk menghindar darinya. Bahkan tak terpikir dalam benak mereka untuk membuat usaha mengurangi masa yang harus mereka lewatkan di Api Penyucian.

Tentulah Tuhan yang Maha Kasih tak memiliki rencana yang sesuram itu.

Bagaimanakah Kita Dapat Menghindari Api Penyucian?
Alasan mengapa kita harus masuk Purgatorium adalah oleh karena kita berbuat dosa dan tidak memiliki keinginan untuk bertobat atas dosa-dosa tersebut.

Setiap dosa dan kejahatan tentulah harus dibersihkan terlebih dahulu sebab tak mungkin keduanya akan hadir di hadirat Allah Yang Maha Kudus.

Semakin banyak dan semakin sering berbuat dosa maka penderitaan yang akan diterima pun akan semakin panjang.

Jadi bukan salah Tuhan jika kita harus memasuki Purgatorium, melainkan kita sendirilah yang memutuskan untuk pergi ke sana.

Kita sudah berdosa namun kita tidak juga menyesalinya. Bahkan sekalipun kita berkali-kali jatuh dalam dosa, Allah dengan kebaikan yang tanpa batas tetap menyediakan sarana bagi kita untuk memperbaiki diri sehingga terbuka kemungkinan bgai kita untuk mengurangi masa tinggal di Api Penyucian atau bahkan melewatkannya sama sekali.

Namun sekali lagi banyak orang Kristen yang mengabaikan sarana-sarana tersebut dan karenanya harus menebus melalui penderitaan di Api Penyucian.

Apakah sarana-sarana yang telah ditawarkan Tuhan untuk kita?

Sarana I: Menyingkirkan Penyebab Dosa
Sarana yang pertama jelas bahwa untuk menghindari Api Penyucian maka kita harus menghindari pula apa yang menyebabkan kita harus pergi ke sana.

Mungkin tidak mudah untuk menghindar dari dosa bahkan untuk hal-hal kecil sekalipun. Allah.

Terakhir adalah menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang sengaja kita lakukan secara terus menerus meski kita tahu bahwa kebiasaan tersebut membawa kita jatuh ke dalam dosa.

Kebohongan yang disengaja adalah lebih buruk dari Meski demikian telah disediakan Sakramen yang akan membebaskan kita dari dosa berat.

Kedua, adalah mungkin bagi kita untuk menghindar atau menjauhkan diri dari dosa-dosa ringan. Yaitu menghindari kesengajaan untuk menyakiti dan menyinggungkebohongan yang dibuat seketika untuk dijadikan alasan. Dan kebiasaan berbohong adalah jauh lebih buruk daripada kebohongan biasa.

Seorang wanita pernah mengaku bagaimana ketika muda dia telah terbiasa berbohong sekedar untuk menyakiti hati orang lain. Namun setelah mendengar tentang hal ini dia membuat keputusan besar untuk tidak lagi mengulang perbuatannya.

Sebuah keputusanyang terasa sederhana dari wanita tersebut namun dia telah menyelamatkan dirinya sendiri dari ribuan dosa di masa mendatang apabila dia tidak membuat keputusan demikian. Lebih-lebih lagi keputusan sederhana ini telah mengurangi hari-hari dimana dia harus tinggal dalam Api Penyucian.

Tidak sulit bukan membuat keputusan yang demikian?

Jika seorang Kristiani mampu membuat keputusan demikian maka secara perlahan dirinya juga akan mampu membebaskan diri dari dosa-dosa yang lainnya.

Jangan lupakan kalimat dalam doa Bapa Kami:

“Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”

Kata-kata ini terus diulang oleh Yesus sendiri maka sudah pasti akan menghapuskan pula dosa-dosa kita.

Sarana II: Pertobatan
Sarana kedua untuk menghapuskan dosa kita adalah melalui pertobatan. “Bertobatlah atau kamu akan binasa”. Bertobatlah atau Anda akan lama dibakar dalam Api Penyucian dan tak mungkin terhindar darinya.

Pemikiran ini sangatlah menakutkan bahkan bagi orang paling berani sekalipun. Siapa yang tak akan gemetar membayangkan terbakar secara perlahan di Api Penyucian? Bagaimanapun selambat-lambatnya api di dunia tetap lebih cepat ketimbang lamanya waktu yang harus dihabiskan di Api Penyucian. Seseorang mungkin harus menghadapi 20, 50 atau bahkan 100 tahun terbakar dalam Api Penyucian.

Banyak orang takut untuk bertobat, ketakutan ini bisa diibaratkan ketakutan anak kecil terhadap hantu atau dengan kata lain adalah ketakutan yang tak berdasar. Pengakuan dosa dianggap sesuatu yang buruk

Makna Lain Pertobatan
Allah kita tak menuntut kita untuk melakukan langkah dan tindakan besar, jika ya tentulah kepada kita akan diberikan kekuatan yang sangat besar seperti halnya yang diberikan kepada Para Kudus.

Ia menghendaki kita untuk melakukan langkah-langkah kecil. Marilah kita melakukan perubahan-perubahan kecil dalam kebiasaan kita, tentu selain pengecut tak ada yang tidak berani melakukan langkah-langkah kecil. Terlebih karena kita tahu upah yang akan kita terima.

Langkah Santa Theresia menuju ke Surga juga bukan dengan melakukan hal besar namun melalui langkah-langkah kecil yang banyak dan sering.

Dengan hal-hal kecil tersebut kita bisa mengurangi masa penantian dalam Api Penyucian bahkan bisa jadi membuka jalan menuju ke Surga.

Petobatan bukan hanya mudah untuk dilakukan namun juga sangat penting dan bermanfaat. Pertobatan akan membawa kita kepada sukacita.

Namun sekali lagi cara terbaik untuk menjaga kesehatan adalah dengan menghindari hal-hal yang dapat merusak kesehatan kita.

Pengendalian diri, kesabaran, kebaikan adalah juga bentuk pertobatan yang sudah semestinya ada dalam diri seorang Kristiani.

Jika kita tidak mampu melakukan langkah besar marilah kita mulai dengan langkah kecil.

Sarana III: Penderitaan
Penderitaan sebagai sarana III yang dimaksudkan adalah sikap tenang dan sabar dalam menghadapi berbagai beban dan penderitaan hidup. Jika kita menyadari bahwa beban dan penderitaan tersebut adalah juga pemberian Tuhan maka kita akan lebih ringan dalam menerimanya. Sebaliknya jika kita menghadapi dengan kemarahan, kebencian dan pemberontakan maka beban yang dirasakan akan semakin berat.

Setiap manusia di dunia pastilah mengalami saat-saat seperti ini. Salib ringan maupun Salib berat semuanya adalah beban Salib yang harus ditanggung.

Menanggung beban Salib dengan setia akan mengurangi masa yang harus kita lewati dalam Api Penyucian atau sekali lagi bahkan membebaskan kita sama sekali darinya.

Sungguh menyedihkan bahwa banyak orang Kristen justru memperpanjang lamanya waktu mereka tinggal dalam Api Penyucian karena ketidaksetiaan dalam memikul beban salib.

Penderitaan semestinya dimaknai sebagai sarana untuk menghindarkan atau setidaknya mengurangi masa yang harus kita lewatkan dalam Api Penyucian.

Sarana IV: Pengakuan Dosa, Komuni dan Misa Suci
Pengakuan Dosa, menerima Komuni Kudus dan Misa secara teratur akan mengurangi masa-masa yang harus kita lewatkan dalam Api Penyucian.

Menerima Tubuh dan Darah Kristus akan menghapuskan dosa dan di atas semuanya itu adalah memberi kita kekuatan untuk menghindar darinya. Komuni Kudus adalah belas kasih Tuhan yang tak terhingga yang datang kepada kita untuk menebus dosa-dosa kita serta memberi kita kekuatan untuk melawan dosa.

Ingat ketika Yesus mengunjungi Zakeus? Sekali saja Dia mengunjunginya seluruh dosa yang begitu banyak di masa lalu telah dihapuskan.

Tuhan yang sama pula kini berkunjung kepada kita, bukan hanya ke rumah kita namun langsung ke dalam hati kita melalui Komuni Kudus bukan memberi pengampunan seperti yang pernah diberikan-Nya kepada Zakeus namun bahkan lebih. Zakeus hanya menerima sekali pengampunan namun kita boleh menerima pengampunan setiap hari asalkan kita mau.

Sayang banyak orang yang tidak memahami dan karenanya tidak merasakan sukacita dan kegembiraan serta penghiburan yang diberikan melalui Komuni Kudus.

Misa identik dengan pengorbanan Yesus di Kalvari baik dalam hal makna maupun nilainya. Pengorbanan Yesus di Kalvari sudah cukup menebus dosa seluruh dunia, jutaan jiwa dan jutaan dosa. Dengan menerima Misa kita dapat pula menerima lautan kemurahan rahmat ini ke dalam jiwa kita. Bukan hanya sekali melainkan setiap hari. (Bersambung ke Bag. 2)