Sebuah keputusan belum dapat disebut sebagai keputusan kecuali apabila di dalamnya telah pula ditentukan mengenai: siapa penanggung jawabnya, kapan jangka waktu keputusan dan tugas tersebut efektif berlaku, pihak manakah yang akan menerima dampak dari keputusan termasuk sikapnya (menerima atau menentang) dan terakhir adalah pihak yang harus menerima informasi atas keputusan tersebut sekalipun mereka mungkin tidak secara langsung menerima dampaknya.
Organisasi besar biasanya menghadapi tantangan yang lebih besar pula ketika sebuah keputusan dibuat. Terkadang bahkan hal sepele bisa berdampak besar apabila hal-hal yang disebut pada paragraf di atas terabaikan.
Drucker pernah bercerita; salah satu klien-nya melakukan kerjasama dengan partner baru dimana partner tersebut biasa menggunakan satuan ukuran meter dan kilogram. Sementara klien Drucker
Sayang tak seorang pun menyadari bahwa perlu menyampaikan infromasi mengenai perbedaan penggunaan satuan tersebut, Akibatnya kesalahan sepele tersebut berdampak fatal di kemudian hari.
Ini adalah sebuah contoh betapa pentingnya menyampaikan informasi kepada pihak-pihak yang terkait baik langsung maupun tidak langsung ketika sebuah keputusan diambil.
Sebuah keputusan juga seharusnya ditinjau secara periodik agar kekurangan-kekurangan yang ditemukan dikemudian hari dapat segera dikoreksi sebelum membawa organisasi pada kondisi yang tidak diinginkan.

